<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rdf:RDF xmlns="http://purl.org/rss/1.0/" xmlns:rdf="http://www.w3.org/1999/02/22-rdf-syntax-ns#" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/">
<channel rdf:about="https://repo.stikes-ibnusina.ac.id/xmlui/handle/123456789/99">
<title>Koleksi Skripsi</title>
<link>https://repo.stikes-ibnusina.ac.id/xmlui/handle/123456789/99</link>
<description>Perpustakaan  Repository</description>
<items>
<rdf:Seq>
<rdf:li rdf:resource="https://repo.stikes-ibnusina.ac.id/xmlui/handle/123456789/100"/>
</rdf:Seq>
</items>
<dc:date>2026-05-27T15:56:05Z</dc:date>
</channel>
<item rdf:about="https://repo.stikes-ibnusina.ac.id/xmlui/handle/123456789/100">
<title>GAMBARAN EFEKTIVITAS SEFTRIAKSON DAN
SEFOTAKSIM PADA PASIEN DEMAM TIFOID DEWASA DI
INSTALASI RAWAT INAP RSU MUHAMMADIYAH SITI
AMINAH BUMIAYU TAHUN 2020</title>
<link>https://repo.stikes-ibnusina.ac.id/xmlui/handle/123456789/100</link>
<description>GAMBARAN EFEKTIVITAS SEFTRIAKSON DAN
SEFOTAKSIM PADA PASIEN DEMAM TIFOID DEWASA DI
INSTALASI RAWAT INAP RSU MUHAMMADIYAH SITI
AMINAH BUMIAYU TAHUN 2020
Ulfiatun Nikmah
Demam tifoid merupakan penyakit menular yang disebabkan oleh
Salmonel a typhi yang menyerang saluran pencernaan sehingga mengakibatkan
peradangan pada bagian usus halus. Gejala klinis utama dari demam tifoid yaitu
demam. Suhu badan saat demam akan meningkat secara perlahan dari menjelang
sore hari sampai malam hari dan akan turun pada siang hari. Tujuan penelitian ini
adalah untuk mengetahui gambaran penggunaan seftriakson dan Sefatoksim pada
penderita demam tifoid pasien dewasa di RSU Muhammadiyah siti Aminah
Bumiayu. Metode penelitian ini bersifat observasional dengan pendekatan
retrospektif. Pengambilan sampel menggunakan metode purposive sampling dan
pengumpulan data menggunakan rekam medik pasien. Hasil penelitian
menunjukkan pasien yang paling banyak menderita demam tifoid adalah berjenis
kelamin laki-laki 19 pasien (57,6%), penggunaan antibiotik yang paling banyak
digunakan yaitu seftriakson 28 pasien 84,8%, lama rawat inap antara seftriakson
dan sefotaksim lebih cepat penggunaan seftriakson yaitu selama 3 hari, waktu
bebas demam antara seftriakson dan sefotaksim smemilki waktu yang sama yaitu
3 hari, gejala klinis yang dialami oleh pasien yang paling banyak terjadi yaitu
demam, mual, muntah, lemas dan diare sebanyak 8 pasien 24,2%. Terdapat 7
pasien demam tifoid yang memiliki hasil leukosit melebihi batas norm
</description>
<dc:date>2023-06-06T00:00:00Z</dc:date>
</item>
</rdf:RDF>
