FREKUENSI PENGGUNAAN OBAT ANALGESIK PADA PASIEN POST SECTIO CAESAREA DI RSUD DR. R. GOETENG TAROENADIBRATA PURBALINGGA

Publikasi Sttind

FREKUENSI PENGGUNAAN OBAT ANALGESIK PADA PASIEN POST SECTIO CAESAREA DI RSUD DR. R. GOETENG TAROENADIBRATA PURBALINGGA

Tampilkan catatan item sederhana

dc.contributor.author SOFIATI
dc.date.accessioned 2026-04-02T04:56:38Z
dc.date.available 2026-04-02T04:56:38Z
dc.date.issued 2026-04-02
dc.identifier.uri https://repo.stikes-ibnusina.ac.id/xmlui/handle/123456789/1403
dc.description.abstract pada perut terbuka (laparotomi) dan sayatan pada rahim (histerotomi). Menurut WHO prevalensi Sectio Caesarea meningkat 46% di Cina dan 25% di Asia, Eropa dan Amerika Latin. Data Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) 2018 di Indonesia menunjukkan persalinan pada usia 10-54 tahun mencapai 78,73% dengan angka kelahiran menggunakan metode Sectio Caesarea sebanyak 17,6%. Di Jawa Tengah Ibu yang melahirkan secara Sectio Caesarea pada tahun 2017 sebanyak 601 dengan kisaran umur 25-44 tahun sebanyak 409 orang. Di RSUD Dr. R. Goeteng Taroenadibrata Purbalingga pada tahun 2021 terdapat populasi sebanyak 252 pasien. Berdasarkan kriteria inklusi sebanyak 125 pasien bersalin secara Sectio Caesarea. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui persentase penggunaan obat analgesik pada pasien Post Sectio Caesarea di RSUD Dr. R. Goeteng Taroenadibrata Purbalingga. Metode penelitian ini merupakan penelitian non eksperimental. Hasil penelitian diperoleh penggunaan Ketorolac Injeksi secara tunggal paling tinggi sebanyak 82 pasien (65,5%) dan terendah yaitu natrium diklofenak, ibuprofen dan phenobarbital sebanyak 1 pasien (0,8%). Sedangkan penggunaan kombinasi ketorolac dan tramadol injeksi paling tinggi sebanyak 22 pasien (17,6%) dan paling rendah dexketoprofen injeksi dan tramadol injeksi sebanyak 0,8%. Jadi dapat disimpulkan bahwa penggunaan analgesik terbanyak yang digunakan pada pasien Post Sectio Caesarea yaitu ketorolac injeksi yang diberikan secara tunggal sebanyak 65,5% dan penggunaan kombinasi ketorolac dan tramadol sebanyak 17,6%. Sedangkan analgesik tunggal paling rendah natrium diklofenak tablet, ibuprofen tablet, phenobarbital tablet serta kombinasi dexketoprofen injeksi dan tramadol injeksi sebanyak 0,8% id_ID
dc.subject ectio Caesarea, nyeri, analgesik id_ID
dc.title FREKUENSI PENGGUNAAN OBAT ANALGESIK PADA PASIEN POST SECTIO CAESAREA DI RSUD DR. R. GOETENG TAROENADIBRATA PURBALINGGA id_ID
dc.type Thesis id_ID


File dalam item ini

File Ukuran Format Lihat
1. abstract.pdf 15.92Kb application/pdf Lihat / Buka
2. Halaman awal Skripsi.pdf 596.2Kb application/pdf Lihat / Buka
3. Bab 1 Pendahuluan.pdf 164.5Kb application/pdf Lihat / Buka
4. Bab II Tinjauan Pustaka.pdf 246.3Kb application/pdf Lihat / Buka
5. Bab III Metode Penelitian.pdf 156.6Kb application/pdf Lihat / Buka

Item ini muncul di Koleksi berikut

Tampilkan catatan item sederhana

Telusuri Repositori


Pencarian Lanjutan

Jelajahi

Akun Saya