STUDI Drug Related Problems (DRPs) PENGGUNAAN OBAT PADA PASIEN OSTEOARTHRITIS RAWAT JALAN DI RSUD DR. R. GOETENG TAROENADIBRATA PURBALINGGA PERIODE AGUSTUS SAMPAI DESEMBER 2021

Publikasi Sttind

STUDI Drug Related Problems (DRPs) PENGGUNAAN OBAT PADA PASIEN OSTEOARTHRITIS RAWAT JALAN DI RSUD DR. R. GOETENG TAROENADIBRATA PURBALINGGA PERIODE AGUSTUS SAMPAI DESEMBER 2021

Tampilkan catatan item lengkap

Judul: STUDI Drug Related Problems (DRPs) PENGGUNAAN OBAT PADA PASIEN OSTEOARTHRITIS RAWAT JALAN DI RSUD DR. R. GOETENG TAROENADIBRATA PURBALINGGA PERIODE AGUSTUS SAMPAI DESEMBER 2021
Penulis: BARKAH, RIZKI AKBAR NUR
Abstrak: kan kartilago sendi dan menimbulkan gejala pada orang usia lanjut maupun setengah baya. Prevalensi penyakit sendi di Indonesia pada tahun 2018 sebesar 14,6%, prevalensi osteoarthritis meningkat seiring bertambahnya usia dengan prevalensi 18,6% pada usia di atas 65 tahun dan 18,9% pada usia di atas 75 tahun. Terapi pengobatan osteoartritis dapat menggunakan paracetamol sebagai lini pertama, golongan NSAIDs dan kortikosteroid. Pengobatan osteoartritis dapat menimbulkan resiko DRPs. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengetahui pola pengobatan osteoarthritis dan mengetahui persentase DRPs potensial pada pasien Osteoarthritis di RSUD Goeteng Taroenadibrata Purbalingga periode bulan Agustus sampai Desember 2021. Penelitian ini merupakan studi deskriptif dengan pengambilan data secara retrospektif. Sampel penelitian sebanyak 158 rekam medis pasien osteoarthritis yang diambil dengan teknik non random sampling. Hasil dari penelitian ini menunjukkan pola pengobatan Osteoartritis di RSUD dr. R. Goeteng Taroenadibrata Purbalingga didapati paracetamol (35,60%) diberikan kepada pasien berkategori nyeri ringan, nyeri sedang diberikan golongan NSAIDS meliputi meloxicam (25,20%), Na. Diklofenak (16,50%), dan etoricoxib (4,95%), sedangkan untuk kategori nyeri berat diberikan Tramadol (0,80%) dan injeksi kortikosteroid triamcinolon (5,40%) serta injeksi hyaluronate (4.10%). Hasil dari penelitian ini ditemukan kejadian DRPs Interaksi Obat Potensial sebanyak 35 pasien (22,15%) dan Ketidaksesuaian dosis (dosis terlalu tinggi) sebanyak 4 pasien (2,53%) yaitu Meloksikam 2 pasien (1,27%) dan etoricoxib 2 pasien (1,27%)
URI: https://repo.stikes-ibnusina.ac.id/xmlui/handle/123456789/1396
Tanggal: 2026-04-02


File dalam item ini

File Ukuran Format Lihat
1. ABSTRAK.pdf 88.79Kb application/pdf Lihat / Buka
3. BAB I PENDAHULUAN.pdf 26.12Kb application/pdf Lihat / Buka
4. BAB II TINJAUAN PUSTAKA.pdf 145.3Kb application/pdf Lihat / Buka
5. BAB III METODE PENELITIAN.pdf 130.7Kb application/pdf Lihat / Buka

Item ini muncul di Koleksi berikut

Tampilkan catatan item lengkap

Telusuri Repositori


Pencarian Lanjutan

Jelajahi

Akun Saya