GAMBARAN POLA PERESEPAN OBAT PENYAKIT KULIT BERDASARKAN INDIKATOR PERESEPAN WORLD HEALTH ORGANIZATION DI APOTEK KIMIA FARMA 133 PURWOKERTO

Publikasi Sttind

GAMBARAN POLA PERESEPAN OBAT PENYAKIT KULIT BERDASARKAN INDIKATOR PERESEPAN WORLD HEALTH ORGANIZATION DI APOTEK KIMIA FARMA 133 PURWOKERTO

Tampilkan catatan item lengkap

Judul: GAMBARAN POLA PERESEPAN OBAT PENYAKIT KULIT BERDASARKAN INDIKATOR PERESEPAN WORLD HEALTH ORGANIZATION DI APOTEK KIMIA FARMA 133 PURWOKERTO
Penulis: OKTIAN, NUR VIKA
Abstrak: Penyakit kulit masih sangat dominan terjadi di Indonesia. Salah satu hal dan faktor untuk mengobati penyakit kulit adalah obat. Keberhasilan pengobatan dapat dirasakan apabila penggunaan obat rasional. World Health Organization menyusun indikator penggunaan obat untuk menilai rasionalitas penggunaan obat salah satunya yaitu indikator peresepan. Penelitian ini digunakan untuk mengetahui gambaran profil dan pola peresepan obat penyakit kulit berdasarkan indikator peresepan WHO di Apotek Kimia Farma 133 Purowkerto. Penelitian ini merupakan penelitian observasional non eksperimental dengan pengambilan data retrospketif dari data resep penyakit kulit periode Juli sampai Desember 2021 dengan pengambilan sampel sebanyak 284 resep yang memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi dengan proporsi sampel yang diambil secara sampling sistematis. Data diolah dengan analisis deskriptif berupa presentase yang dimasukkan dalam bentuk diagram untuk mengetahui profil peresepan obat dan presentase yang dimasukkan dalam bentuk tabel untuk mengetahui pola peresepan obat penyakit kulit berdasarkan indikator peresepan WHO. Hasil penelitan untuk mengetahui profil peresepan obat yaitu obat dengan kelas terapi yang paling banyak diresepkan adalah kortikosteroid dengan jumlah 348 obat (40,51%). Sedangkan hasil penelitian pola peresepan obat berdasarkan indikator peresepan WHO yaitu jumlah rata-rata item obat perlembar resep sebanyak 3,02, obat yang diresepkan dengan nama generik sebanyak 61,47%, obat yang diresepkan dengan antibiotik sebanyak 45,43%, obat yang diresepkan dengan sediaan injeksi sebanyak 1,70% dan obat yang diresepkan sesuai dengan formularium nasional sebanyak 83,58%. Penelitian ini menujukkan bahwa di Apotek Kimia Farma 133 Purwokerto untuk profil peresepan obat penyakit kulit dengan kelas terapi obat yang paling banyak diresepkan yaitu kortikosteoid dan pola peresepan obat penyakit kulit belum sesuai dengan indikator WHO kecuali untuk parameter persentase peresepan obat dengan sediaan injeksi yang sudah sesuai
URI: https://repo.stikes-ibnusina.ac.id/xmlui/handle/123456789/1393
Tanggal: 2026-04-02


File dalam item ini

File Ukuran Format Lihat
1. Abstrak.pdf 86.71Kb application/pdf Lihat / Buka
3. Bab I Pendahuluan.pdf 167.1Kb application/pdf Lihat / Buka
5. Bab III Metode Penelitian.pdf 272.2Kb application/pdf Lihat / Buka

Item ini muncul di Koleksi berikut

Tampilkan catatan item lengkap

Telusuri Repositori


Pencarian Lanjutan

Jelajahi

Akun Saya